Muhamad Geri Al Malik
12174307
12174307
1. Apa itu coupling ?
Coupling
yaitu suatu ketergantungan suatu modul terhadap modul lainnya. Kita harus
pastikan bahwa suatu modul seminimal mungkin tergantung atau berpengaruh
terhadap modul lainnya.
Jadi,
jika ada update secara internal di dalam suatu modul, modul-modul lainnya tidak
akan terlalu kena pengaruh.
Selain
itu Coupling juga dapat diartikan sebagai sebuah ukuran untuk mengukur berapa
kuatnya sebuah element terhubung dengan element lain.Ukuran ini dipakai juga
untuk mengetahui seberapa kuat informasi yang dimilikinya,atau ketergantungan
ke elemen lain.
Sebagai
contoh jika anda bayangkan jika anda mengubah 1 modul A, tapi karena modul lain
memiliki ketergatungan terhadap modul A,maka efek perubahan ini mungkin saja
punya impact terhadap modul lain
Karena
itu low coupling sangat penting dalam perencanaan software.
2. KONTROL COUPLING
A. Hal
ini terjadi ketika "kontrol" bendera dilewatkan sebagai argumen untuk
prosedur lain untuk mengontrol pelaksanaan kode dalam prosedur penerimaan.
Tingkat kohesi seperti apa yang akan dilakukan prosedur yang disebut? Jawaban:
Logis.
B. Changes
dalam satu prosedur yang memiliki bendera dapat menyebarkan perubahan dalam
prosedur lain. Dengan demikian, kopling kontrol menyulitkan modul berfungsi
secara independen
C. Control
coupling ditandai dengan adanya alur kendali antara modul. Modulsatu
mengendalikan aliran data di modul yang lain, kendali dilakukanmelalui flag
yang mengontrol logika intern modul yang lain.
Contoh
:
Process_input_code
read input_code
choose_appropriate_action (input_code)
…
…
END
Choose_appropriate_action (input_code)
CASE OF input_code
1 : read employee record
2 : print_page_heading
3 : open employee master file
4 : set page_count to zero
5 : error_message =‘Employee number not
numeric’
ENDCASE
END
Read_customer_record
read customer record
IF EOF THEN
set EOF_flag to true
ENDIFEND
Validate_customer_record
IF
customer_number is NOT numeric THEN
error_message = ‘invalid customer number’
ENDIF
…
END
Notes :
Sistem
erat cenderung menunjukkan karakteristik perkembangan berikut, yang sering
dianggap sebagai kelemahan: Perubahan dalam satu modul biasanya memaksa efek
riak perubahan modul lainnya. Perakitan modul mungkin memerlukan lebih banyak
usaha dan / atau waktu karena ketergantungan antar modul meningkat. Sebuah
modul tertentu mungkin lebih sulit untuk menggunakan kembali dan / atau tes
karena modul tergantung harus disertakan.

Comments
Post a Comment